Cara Memilih Murai Batu yang Baik

0
21616

Murai batu adalah burung kicau yang mudah dalam beradaptasi dan cukup tangguh. Tetapi tidak semua murai batu tangguh, ada pula burung up care yang kurang layak untuk dijadikan bakalan. Pertama yang harus dilakukan untuk memelihara murai batu adalah proses pemilihan murai batu yang baik gunanya untuk mempermudah membuat burung gacor dan mudah dipelihara tentunya akan menghasilkan burung sesuai dengan keinginan kita.

murai-batu

Tetapi dengan bertambah populernya burung murai batu menjadikan para oknum yang tidak bertanggung jawab terkadang menjual burung yang kurang layak untuk dijadikan bakalan. Oleh karena itu kita perlu jeli dalam memilih bakalan agar hasilnya nanti tidak mengecewakan.

Tips Memilih Bahan Murai Batu yang Baik

Simak beberapa tips cara memilih murai batu berikut yang saya kutip dari omkicau. Kita asumsikan burung bakalan ini berasal dari hutan hasil tangkapan, karena harganya relatif lebih murah, berbeda dengan bahan yang berasal dari peternak yang sudah terpercaya.

1. Mata : Hindari memilih murai batu yang pada matanya terlihat tanda adanya katarak, yaitu dicirikan dengan adanya selaput berwarna putih pada bola mata atau bintil putih. Burung murai batu sangat beresiko menjadi buta jika sudah terserang katarak. Pilihlah yang bermata jernih bersih, dan aktif dengan rangsangan cahaya (pupil kecil ketika terkena sinar dan normal lagi ketika redup).

2. Ekor : Cari murai batu yang memiliki ekor rapat dan tidak terlalu tebal. Ekor yang seperti ini selain enak dipandang, juga akan membuat murai batu memainkan ekornya pada saat ditrek. Hindari juga membeli murai batu yang tidak punya ekor, karena kita tidak bakalan tahu bagaimana bentuk dan jenis ekor dari murai batu tersebut, jika ekornya sudah tumbuh kembali.

3. Bulu Dada : Kebanyakan murai batu memiliki bulu dada berwarna coklat, tetapi ada juga burung yang warna bulu dadanya berwarna kekuningan. Maka pilihlah yang berwarna kekuningan. Rata-rata pada burung yang berwarna bulu dada kekuningan seperti itu insya allah akan cepat jadi.

4. Usia : Kebanyakan orang menilai umur berdasarkan kaki. Tetapi jangan pernah menilai usia murai batu hanya berdasarkan pengamatan pada kaki, ini bisa salah. Ciri murai batu yang masih muda yaitu mempunyai bintik coklat di kedua sisi sayapnya. Sisi luar dan dalam sayap burung, maka perhatikanlah bagian itu.

5. Perilaku : Pilihlah murai batu yang mempunyai mental baja. Ciri murai batu yang bermental bagus yaitu dia akan melawan ketika terancam, coba pegang murai yang akan kita pilih jika dia menjerit dan mematuk kita itu burung yang mempunyai mental bagus.

6. Bentuk paruh : Sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

7. Bentuk kepala : Pilih yang berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

8. Postur badan : Pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

9. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik. Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

10. Warna bulu yang cerah. Burung yang sehat mempunyai warna yang lebih cerah. Di alam liar burung yang lebih indah adalah yang lebih dominan dibandingkan yang lainnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.